Jumat, 26 November 2021

16 kriteria Scopus dan 24 Kriteria WoS untuk inklusi jurnal

 




Yth. Bapak dan ibu pengelola jurnal ada 16 kriteria inklusi jurnal ke Scopus:

https://www.jihadisjurnal.com/2021/08/16-kriteria-inklusi-jurnal-ilmiah-ke.html

ada 24 kriteria inklusi jurnal ke Web of Science:

https://www.jihadisjurnal.com/2021/08/24-kriteria-evaluasi-inklusi-jurnal-ke.html

Timeline keberhasilan jurnal IJIMS terindeks di Scopus dan Q1 di scimago

IJIMS (Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies adalah salah satu jurnal milik IAIN Salatiga di Program Pascasarjana IAIN Salatiga. Untuk saat ini IJIMS telah terindeks oleh Scopus Q1, Crossref, Copernicus Index, Islamicus Index, dan masih banyak lagi. Selain itu, IJIMS telah mendapatkan akreditasi nasional (A) dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Tahun 2011 merupakan tahun berdirinya IJIMS. Setelah tiga tahun, pada tahun 2014, IJIMS langsung terakreditasi A dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (dulu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Tahun itu adalah tahun pembuktian bahwa pengelola jurnal IJIMS telah menentukan manajemen dan roadmap yang jelas. Visinya tidak hanya jurnal yang diakui secara nasional tetapi juga harus diakui secara internasional. Pada saat itu, jurnal  sudah mulai ditulis dalam bahasa Inggris.

Pada tahun 2016, tepatnya pada bulan April, pengelola jurnal IJIMS mendaaftarkan jurnal ke www.scopus.com. Pada 13 Agustus 2017, web indeks kelas dunia itu akhirnya menerima jurnal ini dalam inklusi database mereka.

Setelah  berhasil terindeks di Scopus, untuk masuk ke Scimago, butuh waktu satu tahun lagi. Tepatnya pada 1 Juni 2019, jurnal IJIMS masuk di Scimago dan kemudian beberapa waktu berada di Quartil 1 atau Q1. Scimago merupakan salah satu lembaga yang mengeluarkan pemeringkatan untuk jurnal-jurnal dunia.

Kamis, 25 November 2021

8 Strategi minimalis mengantarkan jurnal agar bisa terindeks scopus

  8 Strategi minimalis mengantarkan jurnal agar bisa terindeks scopus

1. Perhatikan H-index penulis, semakin tinggi H-Index scopus id nya semakin baik. misalnya ada author H-Index 15 boleh lah dikasih fasilitas gratis APC.

2. Perhatikan H-index Editor harus lebih tinggi daripada reviewernya. ada pandangan umum bahwa di Indonesia itu reviewer itu lebih tinggi kedudukannya dari editor sedangkan di luar negeri berbeda. misalnya di Journal of Pragmatics yang Q1 : https://www.journals.elsevier.com/journal-of-pragmatics

isinya adalah editor dan jika ada reviewer dibahasakan review editor.

3. H-index/sitasi jurnal

4. Keunikan focus and scope jurnal/super specialis. team CSAB Scopus biasa mereject jurnal yang aim and scope sudah ada contohnya di jurnal yang terindeks scopus.

5. Konsistensi antara focus in scope dan artikel yg diterbitkan. Misalnya disebutkan sebuah jurnal adalah kajian hukum Islam di asia tenggara tetapi author hanya dari indonesia; berarti tidak sesuai yang dinyatakan di deskripsi  jurnal dan focus and scope dengan kenyataannya. 

6. Perwakilan editor minimal dari 3 benua (tips dr Prof. Istadi) 

7. Artikel yang diterbitkan dalam Bahasas Inggris wajib di-proofread oleh native speaker. Google translate, Grammarly, Quillbot saja tidak cukup. Perlu human editor.

8. Berdoa, tahajjud, dan banyak sedekah.

Jumat, 12 November 2021

Big Secret of Becoming Scopus Q1 Indexed Journal in Indonesia

An Exclusive Interview with Prof. Dr. Zakiyudin Bhaidawy, M.Ag Chancellor of IAIN Salatiga 2019-2023 with Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M.Fil.I on the IJIMS Journal at the Aston Jember Hotel, on June 26, 2019. The IJIMS Journal (Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies) is a journal in the Graduate Program of IAIN Salatiga. IJIMS has been indexed by Scopus Q1, Crossref, Copernicus Index, Islamicus Index, and many more. In addition, IJIMS has received national accreditation (A) from the Ministry of Research, Technology, and Higher Education. The following is our interview with Basuki Kurniawan from the Media Center of the Syari'ah Faculty with the Chancellor of IAIN Salatiga Prof. Dr. Zakiyudin Bhaidawy, M.Ag with the Dean of the Faculty of Sharia IAIN Jember Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M. Fil. I.

How do you start the IJIMS Journal?

Senin, 08 November 2021

15 Poin Penting Tata Kelola Jurnal yang Ideal

  1. Pastikan ada Kesesuaian nama jurnal dengan yg terdaftar di e-ISSN (di Website, di Header, dan di judul sirahan full text artikel).
  2. Pastikan Kelengkapan Publication Ethics.
  3. Pastikan DOI tidak broken link.
  4. Pastikan Focus and Scope Jurnal idealnya unik dan spesialis.
  5. Pastikan Kejelasan Nama Penerbit di deskripsi jurnal di halaman depan website (bukan di footer).