Sabtu, 14 Agustus 2021

8 Kriteria Ideal Inklusi Jurnal terindeks SINTA

Yth. Bapak dan ibu Pengelola Jurnal Ilmiah

Berikut ini adalah ringkasan dan sedikit penjabaran saya mengenai delapan poin evaluasi diri jurnal di web ARJUNA sebagai pertimbangan penting agar sebuah jurnal bisa secara maksimal mendapatkan poin tertinggi di web akreditasi jurnal di ARJUNA. 

1. Penamaan Spesifik Jurnal Ilmiah.  Idealnya penamaan Jurnal Ilmiah harus Spesifik sehingga mencerminkan super spesialisasi atau spesialisasi disiplin ilmu tertentu. Skornya  bisa sampai 3.0. Jika terpaksanya nama jurnal sudah telanjur sama dengan jurnal yang lain seperti banyak jurnal di Indonesia bernama “Jurnal Pendidikan Islam” atau “Jurnal Tarbawi” atau “Jurnal Penelitian” sebaiknya tidak usah ganti nama tapi focus and scope jurnalnya diubah supaya distinctive, unique, superspesialis beda dengan jurnal lain yang namanya sama atau mirip-mirip.

 

2. Status Kelembagaan Penerbit Jurnal Ilmiah. Poin tertinggi adalah  jurnal yang diterbitkan oleh organisasi profesi ilmiah. Skornya maksimal  yaitu 4.0. Ya, karena berarti jurnal itu diakui oleh organisasi profesi ilmiah yang menggeluti bidang ilmu yang spesifik dan sudah jelas SDM-nya dari author, editor dan reviewer sudah tersedia dan bisa dipastikan SDM tersebut dari berbagai kampus bukan satu kampus saja. 

 

3. Editing & Manajemen Jurnal Ilmiah

a. Keterlibatan Aktif Reviewer/Mitra Bebestari. Idealnya sebuah jurnal  melibatkan mitra bebestari berkualifikasi internasional >50% dari berbagai institusi. Skornya top –markotop 5.0. Skor yang lebih rendah yaitu 3.0 diberikan kepada jurnal yang melibatkan mitra bebestari berkualifikasi nasional >50% dari berbagai institusi.

b.  Mutu Editing isi Artikel Jurnal Ilmiah. Skor 2.0 diberikan kepada mutu penyuntingan subtansi yang Baik sekali. Mitra bestari secara ketat menilai naskah, memberikan catatan dan saran perbaikan substansif, sehingga kespesialisan artikel jurnal terjaga.

c.  Kualifikasi Dewan Editor Jurnal Ilmiah. Idealnya lebih dari 50% penyunting di sebuah jurnal sudah pernah menulis artikel di jurnal ilmiah internasional (Skor 3.0). editor yang baik adalah penulis yang baik. Bukan ahli kritik, tukang reject tapi jarang  menulis. Hmm Deep impact/Ngantem Njero---sindirian buat saya pribadi :)   :D   d^^b.

d. Petunjuk Kepenulisan bagi Author yang ingin submit artikel. Skor 2.0 diberikan kepada jurnal yang menyediakan author guidelines atau petunjuk kepenulisan yang terinci, lengkap, jelas secara substantif, sistematis dan tersedia contoh atau template dalam format ms word atau PDF. 

e. Kualitas editing Style & Format artikel jurnal ilmiah : Skor 2.0 diberikan kepada jurnal yang mutu editing gaya dan formatnya Baik sekali dan sangat konsisten.

f. Manajemen Jurnal Ilmiah: Skor 3.0 diberikan kepada jurnal yang menggunakan manajemen penyuntingan secara online penuh. Jika menggunakan manajemen penyuntingan secara kombinasi online dan E-mail skornya hanya 2.0.

 

 

 

4. Substansi Artikel yang diterbitkan Jurnal Ilmiah

a. Scope Keilmuan  Jurnal Ilmiah. Idealnya sebuah jurnal scopenya superspesialis, misalnya: taksonomi jamur skornya 4.0. Jika hanya spesialis, misalnya: fisiologi tumbuhan skornya 3.0). Nah yang paling ngeri jika scopenya Bunga rampai dan sering dipandang miring sebagai "scope campur aduk" dan kombinasi berbagai disiplin ilmu, misalnya: MIPA atau sains alam. Skornya  Nol.

b.  Aspirasi Wawasan jurnal Ilmiah . Skor 6.0 diberikan kepada jurnal yang aspirasi wawasannya  Internasional.

c. Kepioniran Ilmiah & Keaslian Karya jurnal ilmiah. Skor 4.0 diberikan kepada jurnal yang memuat artikel yang berisi karya orisinal dan mempunyai kebaruan/memberikan kontribusi ilmiah sangat tinggi

d.  Makna kontribusi Jurnal Ilmiah untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan. Skor 3.0 diberikan kepada jurnal yang kontribusi keilmuan artikelnya sangat nyata

e.  Impact Ilmiah jurnal. Skor 5.0 diberikan kepada jurnal yang dampak ilmiahnya sangat Tinggi (jumlah sitasi di akun Google Scholar jurnal > 25), jika jumlah sitasi hanya 11-25 skornya  4.0. dan pastikan data publikasi di akun Google scholar semuanya dari jurnal kita bukan jurnal lain atau akun Google Scholar pribadi kita.

f.  Nisbah Sumber Acuan Primer Jurnal Ilmiah dibandingkan Sumber lainnya. Nisbah Sumber Acuan Primer berbanding Sumber lainnya jika lebih besar dari 80 % skornya 3.0.

g.  Tingkat Kebaruan Referensi di Jurnal Ilmiah. Derajat Kemutakhiran Pustaka Acuan  lebih besar dari  80 % skornya  4.0. Jika arahnya ingin jadi jurnal internasional sebaiknya mengutip dari publisher besar seperti Sciencedirect.com Elsevier, tandfonline.com nya Taylor Francis, SAGE, Emerald dst. 60 reference untuk jurnal internasional dan 30 reference untuk jurnal Nasional. 40-80 persen referensi diambil dari jurnal internasional dan nasional.

h.  Analisis & Sintesis artikel Jurnal Ilmiah. Analisis dan Sintesis  jika sangat baik terutama yang punya significance, novelty dan theoretical contribution.  skornya cukup besar  5.0.

i.    Penyimpulan artikel Jurnal Ilmiah. Jika penyimpulan dalam artikel yang diterbitkan hasil Sangat Baik dan tentunya bukan hanya re-statement saja dari apa yang disampaikan di abstrak artikel. Skornya ialah 3.0.

 

5. Gaya Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah

a.  Keefektifan Judul Artikel Jurnal. Keefektifan Judul Artikel jika lugas dan Informatif skornya 1,0 jika  lugas tetapi kurang informatif atau sebaliknya Skornya hanya 0.5.

b.  Nama & Lembaga Penulis. Pencantuman Nama Penulis dan Lembaga Penulis jika Lengkap dan konsisten skornya  1.0. Jika lengkap tetapi tidak konsisten. Skornya 0.5.

c.  Isi Abstrak Artikel Jurnal Ilmiah. Abstrak yang jelas dan ringkas dalam Bahasa Inggris dan/atau Bahasa Indonesia. Skornya 2.0. Jika abstrak kurang jelas dan ringkas atau hanya dalam Bahasa Inggris atau dalam Bahasa Indonesia saja Skornya 1.0.

d.  Penggunaan Keywords. Jika Keywords ada, konsisten dan mencerminkan konsep penting dalam artikel skornya 1.0.

e.  Sistematika Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah. Jika Sistematika Penulisan Artikel Lengkap dan bersistem baik skornya  1.0. Jika Lengkap tetapi tidak bersistem baik. Skornya 0,5.

f.  Pemanfaatan Supporting elements pada artikel Jurnal Ilmiah. Jika Pemanfaatan Instrumen Pendukung Informatif dan komplementer skornya 1.0. Jika kurang informatif atau komplementer skornya hanya 0.5.

g. Sistem Pengacuan Pustaka dan Pengutipan pada artikel jurnal ilmiah. Jika Sistem Pengacuan Pustaka dan Pengutipan Baku dan konsisten dan menggunakan aplikasi pengutipan standar seperti mendeley, zotero atau EndNote skornya  1.0.

h.  Penyusunan Daftar Referensi. Jika Penyusunan Daftar Pustaka Baku dan konsisten dan menggunakan aplikasi pengutipan standar  seperti mendeley, zotero atau EndNote  skornya 2.0.

i.   Penggunaan terminology dan Kebahasaan. Jika jurnal menggunakan Istilah dan Kebahasaan Berbahasa Indonesia atau berbahasa resmi PBB yang baik dan benar skornya 2.0.

 

6. Penampilan Jurnal Ilmiah

a. Ukuran Bidang Tulisan artikel. Ukuran Bidang Tulisan Konsisten jika berukuran A4 (210x297 mm) skornya  bisa 1.0 jika  ukuran bidang tulisan Konsisten berukuran lainnya seperti B5 skornya  0.5.

b.  Layout Artikel Jurnal Ilmiah. Jika Tata Letak artikel jurnal Konsisten antar artikel dan antar terbitan skornya bisa 1.0). Jika Kurang konsisten skornya 0.5.

c.   Tipografi dalam Artikel Jurnal Ilmiah. Tipografi jika Konsisten antar artikel dan antar terbitan, skornya 1.0.

d. Resolusi Dokumen Artikel Jurnal Ilmiah. Resolusi Dokumen jika Konsisten dan berkualitas dengan resolusi tinggi skornya 2.0.  Jika Konsisten dan berkualitas resolusi rendah, skornya 1.0.

e.  Jumlah Halaman tiap Volume yang diterbitkan Jurnal Ilmiah. Jumlah Halaman per Volume >= 500 halaman, skornya 2.0, 201-499 halaman, skornya 1.0, 100-200 halaman skornya hanya 0.5.

f. Desain Tampilan Homepage website & Desain Cover Jurnal Ilmiah. Desain Tampilan Laman (Website) atau Desain Sampul jika Berciri khas dan informatif. Skornya 1.0, Tidak berciri khas, Skornya Nol.

 

7. Keberkalaan dan Konsistensi Terbitan Jurnal Ilmiah

a. Jadwal Penerbitan artikel Jurnal Ilmiah. Jadwal Penerbitan jika >80% terbitan sesuai dengan periode yang ditentukan, skornya 2.0. Jadwal Penerbitan jika 40-80 % terbitan sesuai dengan periode yang ditentukan, skornya 1.0.

b. Penomoran Penerbitan artikel jurnal ilmiah. Penomoran Penerbitan jika Baku dan bersistem. Skornya 2.0, Tidak baku tetapi bersistem, Skornya hanya 1.0.

c. Penomoran Halaman artikel jurnal ilmiah. Penomoran Halaman jika Berurut dalam satu volume, skornya 1.0, tetapi jika tiap nomor dimulai dengan halaman baru skornya Nol.

d.  Indeks Tiap Volume  Jurnal Ilmiah. Jika Indeks Tiap Volume Berindeks subjek dan berindeks pengarang yang terinci, skornya 1.0, Berindeks subjek saja, atau berindeks pengarang saja, skornya hanya 0,5.

 

8.  Penyebarluasan Jurnal Ilmiah.

a. Jumlah Kunjungan Unik ke Laman Jurnal Ilmiah. Jumlah Kunjungan Unik ke Laman jika >50 kunjungan unik pelanggan rerata per hari untuk jurnal yang terbit  skornya  4.0, jika lebih rendah dari itu yaitu 10-50 kunjungan unik ke laman rerata per hari untuk jurnal yang terbit, skornya 2.0. Bagus sekali jika jurnal di promosikan via sosial media dan jaringan pribadi.

b. Pencantuman Jurnal Ilmiah di Pengindeks Internasional Bereputasi. Pencantuman di Pengindeks Internasional Bereputasi Tercantum di lembaga pengindeks internasional bereputasi tinggi seperti Scopus dan SCIE/SSCI/AHCI Web of Science skornya top sampai 5.0.. Tercantum dalam lembaga pengindeks internasional bereputasi sedang seperti DOAJ (Jika bapak dan ibu ingin jurnalnya terindeks di DOAJ silakan mempelajari 16 PrinsipBest Practice yang dikehendaki DOAJ pada Jurnal Ilmiah), ESCI Web of Science, Dimension skornya bisa 3.0 sedangkan  jika hanya di Google Scholar skornya cuma 1.0.

c. Alamat/Identitas Unik Artikel jurnal Ilmiah. Diwajibkan dalam akreditasi nasional setiap jurnal memilikiki Alamat/Identitas Unik Artikel  yaitu DOI (Digital Object Identifier) tiap artikel  yang skornya 2.0.

Demikian summary dari saya dan sedikit penjelasan. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar