Jumat, 24 September 2021

Jalan Internasionalisasi Jurnal dengan indexing DOAJ

What is DOAJ?
Directory of Open Access Journals (DOAJ) atau Direktori Jurnal Akses Terbuka adalah situs web yang mencantumkan daftar jurnal akses terbuka, dikelola oleh Infrastructure Services for Open Access (IS4OA). Proyek ini mendefinisikan jurnal akses terbuka sebagai jurnal ilmiah dan keilmuan yang memenuhi standar kualitas tinggi melalui penelaahan sejawat atau kontrol kualitas editorial serta "menggunakan model pendanaan yang tidak mengenakan biaya kepada pembaca atau institusi mereka untuk mengaksesnya“.

BOAI definition of OPEN ACCESS
Definisi oleh Budapest Open Access Initiative tentang "akses terbuka" digunakan untuk menentukan hak-hak yang diperlukan yang diberikan kepada para pengguna, untuk jurnal yang dimasukkan dalam DOAJ sebagai hak untuk "membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan ke naskah lengkap artikel-artikel tersebut". Tujuan DOAJ adalah untuk "meningkatkan visibilitas dan kemudahan penggunaan jurnal-ilmiah dan akademik akses terbuka sehingga meningkatkan penggunaan dan dampaknya".


Sejarah DOAJ
Open Society Institute mendanai berbagai proyek terkait akses terbuka setelah Budapest Open Access Initiative. Gagasan untuk DOAJ muncul dalam diskusi pada acara Nordic Conference on Scholarly Communication pada tahun 2002. Universitas Lund menjadi organisasi yang mengelola dan memelihara DOAJ. Pada Januari 2013, DOAJ kemudian diambil alih oleh Infrastructure Services for Open Access (IS4OA). IS4OA didirikan pada tahun 2012 di Inggris sebagai perusahaan amal nirlaba oleh advokat akses terbuka Caroline Sutton dan Alma Swan. Perusahaan ini yang mengelola DOAJ dan Open Citations Corpus. 

Sejarah DOAJ 2015-2018

2015, basis data DOAJ berisi daftar untuk 10.000 jurnal. 
2012, Rata-rata empat jurnal ditambahkan setiap hari.
2016, DOAJ mengumumkan bahwa mereka telah menghapus sekitar 3.300 jurnal dari basis data mereka untuk memberikan keandalan yang lebih baik pada konten yang tercantum di dalamnya. Jurnal-jurnal yang dihapus tersebut dapat mengajukan permohonan Kembali.
2018, basis datanya  berisi sekitar 11.210 jurnal.
2020, jumlah jurnal 15, 197. Indonesia No.1 sedunia.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar