Jumat, 01 Oktober 2021

Suka dan Duka Pengelola Jurnal Indonesia

Yth. Bapak dan Ibu Pengelola Jurnal Ilmiah,

Berikut ini adalah rangkaian cerita curhat pengelola jurnal Ilmiah di Indonesia yang dipublikasikan di web Relawan Jurnal Indonesia. 

Tiap active link URL di rangkaian cerita ini isinya suka duka dan hal-ikwal persoalan yang dihadapi sehari-hari pengelola jurnal Ilmiah. 

Selamat membaca dan menikmati cerita epic dan legend mereka.

Seorang Pengelola Jurnal  salah satunya ialah Pengelola Jurnal Fakultas jika dia ingin Mengawali Perubahan dan mengikuti zaman, dia harus merasakan Gejolak Jiwa dan juga rasa nano-nano mengelola jurnal. Banyak kendala yang dialami pengelola jurnal, diantaranya ialah paceklik naskah, pengalaman yang "Belum Pernah Terbayangkan Sebelumnya". 

Ada perasaan yang merayap dalam hati Mengelola Jurnal itu Gampang-Gampang Susah, mulai deh pusing tujuh keliling menghadapi lika-liku Open Journal System alias masih New Born dalam dunia per-OJS-an, belum get accustomed to migrasi dari repository ke dunia baru: OJS

Dan yah begitulah sebagai newbie yang baru pengalaman pertama mengenal apa itu dunia perjurnalan, bermodalkan pengetahuan otodidak. Dan juga jika sudah senior dalam dunia jurnal merasa sebagai Super journal Manager tapi gimana ya koq tetap ada rasa gado-gado, nano-nanoDianggap tidak ada dan tidak relevan namun banyak berjasa bagi semua orang alias dibutuhkan tapi juga dilupakan, merasa sebagai "anak tiri", terutama jika jurnal masih baru dan belum accredited

Namun, karena sudah menghunjam dan terpatri dalam hati My Journal, My Passion  yang terjadi ialah "berawal dari terpaksa, tapi lama-lama bisa", sudah niat bulat mantabbek jiwa "proses tiada henti" menyakini bahwa  Mengelola Jurnal adalah Proses Belajar, dan proses belajarnya itu "belajar dalam diam" dengan style "maju mundur cantik dalam mengelola jurnal

Meskipun terkadang mengalami "jatuh bangun bersama OJS" dan ada perasaan yang kuat: Menjadi Pengelola Jurnal: Kaya Pengalaman dan Memperluas JaringanMengelola Jurnal, Membutuhkan Sebuah Keikhlasan, apapun yang terjadi adanya Suka Duka Menyiapkan Akreditasi JurnalJurnalku Surgaku, Percayalah padaku Mengelola Jurnal sebagai Pengembangan Diri, dan Kuatkan mental nggak ada yang sudah selama kita masih mau belajar., dan Wahai jurnal ilmiah, akhirnya aku menemukanmu. 

Dari semua keterangan di atas Mari Kita Bangun Jurnal Ilmiah yang Ilmiah dan ingatlah Komitmen dan Konsisten adalah Kunci Kesuksesan Pengelolaan Jurnal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar