Kamis, 25 November 2021

8 Strategi minimalis mengantarkan jurnal agar bisa terindeks scopus

  8 Strategi minimalis mengantarkan jurnal agar bisa terindeks scopus

1. Perhatikan H-index penulis, semakin tinggi H-Index scopus id nya semakin baik. misalnya ada author H-Index 15 boleh lah dikasih fasilitas gratis APC.

2. Perhatikan H-index Editor harus lebih tinggi daripada reviewernya. ada pandangan umum bahwa di Indonesia itu reviewer itu lebih tinggi kedudukannya dari editor sedangkan di luar negeri berbeda. misalnya di Journal of Pragmatics yang Q1 : https://www.journals.elsevier.com/journal-of-pragmatics

isinya adalah editor dan jika ada reviewer dibahasakan review editor.

3. H-index/sitasi jurnal

4. Keunikan focus and scope jurnal/super specialis. team CSAB Scopus biasa mereject jurnal yang aim and scope sudah ada contohnya di jurnal yang terindeks scopus.

5. Konsistensi antara focus in scope dan artikel yg diterbitkan. Misalnya disebutkan sebuah jurnal adalah kajian hukum Islam di asia tenggara tetapi author hanya dari indonesia; berarti tidak sesuai yang dinyatakan di deskripsi  jurnal dan focus and scope dengan kenyataannya. 

6. Perwakilan editor minimal dari 3 benua (tips dr Prof. Istadi) 

7. Artikel yang diterbitkan dalam Bahasas Inggris wajib di-proofread oleh native speaker. Google translate, Grammarly, Quillbot saja tidak cukup. Perlu human editor.

8. Berdoa, tahajjud, dan banyak sedekah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar