Tampilkan postingan dengan label APC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label APC. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Oktober 2021

Jurnal Kapal Perang vs Jurnal Kapal Dagang

Pixabay LicenseUntuk digunakan gratis, Tidak ada atribut yang di perlukan


Pernah ada pembicaraan menarik di kalangan pengelola jurnal dengan topik “Kapal Perang vs kapal Dagang”. Tipe pertama yaitu jurnal "Kapal Perang" adalah metafora untuk menggambarkan pengelolaan jurnal yang
 super idealis yang dalam istilah kami di PTKIN mulai popular dengan istilah “Jihadis Jurnal”. Pengelola tipe ini berjibaku, habis-habisan mengelola jurnal tanpa memikirkan honor atau bayaran. Ini tipe Ikhas Lillahi Ta’ala. Tetapi fenomenanya ada pengelola tipe Kapal perang ini yang mengaku terang-terangan bahwa dia sering diabaikan atau dipinggirkan tetapi sekaligus dibutuhkan oleh pihak kampusnya. 

Selasa, 14 September 2021

Hal Ikhwal APC atau Biaya Publikasi Jurnal Ilmiah

 Bapak dan Ibu Pengelola Jurnal,

Saya ingin sedikit bercerita tentang APC atau Article Processing/Publication Charge atau mudahnya kita sebut sebagai biaya publikasi. Saya pernah mendengar beberapa keluhan penulis bahwa ada jurnal-Jurnal Indonesia yang dicap “Predatory” karena sebagai jurnal Sinta 1 terindeks Scopus biaya publikasi IDR 4,5  Juta. Kemudian ada lagi jurnal Sinta 4 atau 5 yang menarik biaya 700 ribu Rupiah jika artikel penulis accepted. Semestinya APC di jurnal itu 400-300 ribu rupiah. Jika 700 ribu itu kemahalan alias ambil untung terlalu banyak.

Ungkapan “Predatory” itu sebetulnya masih perlu dikaji lagi kebenarannya. Karena ibarat rumah tangga, setiap pengelola jurnal memiliki kondisi yang berbeda-beda dalam financing berjalannya jurnal ilmiah. Bisa jadi sebuah jurnal yang menarik biaya 700 ribu itu karena kurang di-support oleh pihak kampus atau institusinya sehingga dana itu akan digunakan untuk membayar editor, team IT, pembelian domain dan sewa hosting, sewa DOI-Crossref, grammarly, turnitin, iThenticate dan sebagainya.