Tampilkan postingan dengan label Scimago. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Scimago. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 November 2021

Big Secret of Becoming Scopus Q1 Indexed Journal in Indonesia

An Exclusive Interview with Prof. Dr. Zakiyudin Bhaidawy, M.Ag Chancellor of IAIN Salatiga 2019-2023 with Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M.Fil.I on the IJIMS Journal at the Aston Jember Hotel, on June 26, 2019. The IJIMS Journal (Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies) is a journal in the Graduate Program of IAIN Salatiga. IJIMS has been indexed by Scopus Q1, Crossref, Copernicus Index, Islamicus Index, and many more. In addition, IJIMS has received national accreditation (A) from the Ministry of Research, Technology, and Higher Education. The following is our interview with Basuki Kurniawan from the Media Center of the Syari'ah Faculty with the Chancellor of IAIN Salatiga Prof. Dr. Zakiyudin Bhaidawy, M.Ag with the Dean of the Faculty of Sharia IAIN Jember Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M. Fil. I.

How do you start the IJIMS Journal?

Selasa, 28 September 2021

Trik Menjadi Jurnal Terindeks Scopus Q1 di Indonesia

Wawancara dengan Prof. Dr. Zakiyudin Bhaidawy, M.Ag Rektor IAIN Salatiga 2019-2023 bersama Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M.Fil.I tentang Jurnal IJIMS di Hotel Aston Jember, pada tanggal 26 Juni 2019. Journal IJIMS (Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies) adalah jurnal di Program Pasca Sarjana IAIN Salatiga. Untuk saat ini, IJIMS telah terindeks oleh Scopus Q1, Crossref, Index Copernicus, Index Islamicus dan masih lagi. Selain itu IJIMS  telah mendapatkan akreditasi nasional (A) dari Kementerian Ristek Dikti. Berikut interview kami Basuki Kurniawan dari Media Center Fakultas Syari’ah dengan Rektor IAIN Salatiga Prof. Dr. Zakiyudin Bhaidawy, M.Ag bersama Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Jember Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M. Fil.I.

 

Jumat, 27 Agustus 2021

Kisah pengalihan ownership sebuah Jurnal

Kata orang bijak pada dasarnya semua manusia ingin keuntungan, tidak mau kerugian. Kemudian apa yang dia kerjakan tergantung informasi yang masuk dan ketetapan hati. Informasi itu info positif atau negative akan sangat berpengaruh. Kata orang bijak ini coba saya kaitkan dunia perjurnalan. Saya sudah beberapa kali dihubungi via e-mail dan telepon oleh para pedagang publikasi dari luar negeri. 

Seseorang mengirim e-mail ke official e-mail REGISTER JOURNAL dan dengan saya samarkan nama dan perusahaannya kalimatnya bisa saya share seperti ini:

Dear Editor/ Publisher,

Hope you’re doing well ….!!
I am xxxxxxxx, from xxxxxx GROUP, an eminent publishing company that has been serving the scientific society for more than 3 years. This mail is regarding a business proposal, we are interested to invest in purchasing high quality journals that have high reputation.
May I kindly know your interest towards selling of journal? Also, please let me know your expectations.  Hope you are the best person for this discussion - If not, could you please provide me the contact details.
Name:
Mail ID:
Looking forward to hear from you.

Minggu, 22 Agustus 2021

7 Jurus Tata kelola jurnal menuju Akreditasi Nasional

 Yth. Bapak dan Ibu Pengelola Jurnal. 

Berikut ini adalah pengamatan dan pengalaman saya tentang 7 hal yang sebaiknya diwujudkan untuk mewujudkan tata kelola jurnal menuju akreditasi Nasional:

1.  Team work yang solid dan berkesinambungan.

Kerja pengeloaan jurnal bukanlah pekerjaan yang ringan. Kerja ini memerlukan sinergi yang solid dan berkesinambungan antara author, editor, reviewer, team OJS dan IT. Jika editor berhenti menyunting, reviewer tidak memberi masukan dan kritik terhadap manuscript yang dikimkan dan author tidak mau merevisi naskah setelah mendapat masukan editor dan reviwer sudah tentu kualitas artikel yang sedang diproses tidak akan high quality tapi asal-asalan hasilnya.

Minggu, 15 Agustus 2021

Begini rasanya diterima oleh Web of Science dan direject oleh Scopus

Jurnal ilmiah Online yang mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 2014 sebenarnya asasnya sama saja dengan Jurnal Ilmiah versi cetak. Meminjam istilah di dunia Blogging dan Google Adsense, ”Content is the King” atau seperti apapun indah dan mind-blowing tampilan jurnal ilmiah baik versi Online maupun cetak, mutu substansi artikel adalah perkara yang paling utama.

 

Di satu sisi, ada persamaan asas tapi di sisi yang lain ada juga yang berbeda. Salah satunya adalah aspek penyebarluasan jurnal. Di era cetak versi print jurnal akan dikirimkan ke berbagai institusi dan kita akan meminta kepada institusi-institusi itu untuk mengirimkan via pos bukti tanda terima jurnal berikut stempel dan signature pejabat  yang berwenang yang telah menerima versi printed  jurnal dari kita. Nah berbeda dengan era sekarang dimana jumlah daily unique visitor pada statcounter pengunjung web-lah yang diperhatikan. Minimal 50 pengunjung unik yang berbeda IP address di jurnal kita. Contohnya Statcounter Jurnal ini.